Bandar Lampung|PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung bersiap memasang 9.800 sambungan listrik program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) tahun 2026.
Hal tersebut diinformasikan melalui rapat terbatas pada, Selasa (28/4/2026) di ruang serbaguna PLN UP3 Tanjung Karang. Sekaligus membahas kesiapan para pelaksana pekerjaan pemasangan BPBL yang nantinya akan dimulai pada Juni mendatang.

Beni Adenata perwakilan PLN UID Lampung mengharapkan pelaksanaan program BPBL tahun 2026 dapat lebih baik dari tahun kemarin. “Saya berharap lebih baik,” harap Beni.
Ia menjelaskan bahwa program BPBL merupakan kolaborasi antara pemerintah dan PLN dalam upaya mempercepat pencapaian rasio elektrifikasi nasional menuju 100 persen.
Melalui program ini, PLN membantu masyarakat yang belum mampu melakukan pasang baru listrik, terutama di wilayah terpencil seperti dusun dan pedesaan.
“BPBL bukan sekadar program penyambungan listrik, tetapi wujud kehadiran negara dalam membawa keadilan energi bagi seluruh rakyat,” ujarnya.
Dia menyampaikan bahwa Provinsi Lampung pada 2026 ini mendapat kuota 9.800 rumah tangga penerima manfaat yang berasal dari anggaran belanja tambahan (ABT) APBN.
Penyambungan listrik BPBL rencana mulai dikerjakan awal Juni dan ditargetkan selesai pada Agustus.
“Setiap sambungan mencakup instalasi listrik rumah, pengujian, penyambungan ke jaringan PLN, serta pemberian token perdana bagi pelanggan baru,” ucap dia.
Beni juga menegaskan pentingnya koordinasi dan pengawasan harian antara unit-unit pelaksana dan mitra kerja.
PLN UID Lampung akan menerapkan sistem pemantauan terintegrasi untuk memastikan progres fisik pekerjaan sesuai target dan mengantisipasi potensi hambatan di lapangan sejak dini.
“Kami ingin memastikan setiap sambungan yang dikerjakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang berhak. Efisiensi waktu harus berjalan tanpa mengorbankan mutu dan keselamatan kerja,” katanya Beni.
Ia mengatakan selain aspek teknis dan target kinerja, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi fokus utama dalam setiap tahapan kegiatan.
Pekerjaan instalasi listrik memiliki risiko tinggi, sehingga seluruh petugas wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap, memeriksa kelayakan peralatan sebelum digunakan, serta menerapkan metode kerja aman dan disiplin terhadap SOP.
Laporan: Redaksi 😘





