BANDAR LAMPUNG | PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjung karang menggelar rapat kerja bersama seluruh mitra PLN setempat membahas tentang Awareness Proses Bisnis PLN. Acara digelar, Kamis (20/11/2025) di Ballroom Holiday inn Lampung.
Dalam kesempatannya, Manajer UP3 Tanjung Karang, Presley Silaen memaparkan sejumlah pemahaman mendalam mengenai tahapan utama dalam penyediaan listrik, mulai dari produksi hingga layanan pelanggan.
Presley mengatakan, PLN sendiri secara aktif mengintegrasikan prinsip-prinsip tata kelola risiko dan keberlanjutan dalam seluruh alur bisnisnya.

Proses bisnis utama PLN mencakup beberapa aspek penting mulai dari sektor pembangkitan, yang mana proses produksi energi listrik di berbagai pembangkit listrik seperti PLTU, PLTA, dsb. menggunakan berbagai sumber energi, seperti batu bara, air, atau energi terbarukan.
Kemudian, Transmisi, yang mana penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit ke gardu induk melalui jaringan transmisi tegangan tinggi jarak jauh.
Selanjutnya Distribusi, penurunan tegangan listrik di gardu distribusi dan penyaluran ke pelanggan (baik industri, bisnis, maupun perumahan) melalui jaringan distribusi tegangan menengah dan rendah.
“Untuk peternakan, perikanan, industri dan lainnya. PLN dengan sepenuh hati menerangi seluruh negeri, itu komitmen kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presley juga menegaskan bahwa terkait dengan pengadaan material dan jasa yang diperlukan untuk mendukung seluruh proses bisnis, harus dengan menerapkan standar dan prosedur yang jelas. Sehingga dalam menjalankan proses bisnisnya PLN berorientasi pada kepuasan pelanggan.
“Senyum sapa sopan santun” adalah budaya yang menekankan interaksi positif dan menghormati orang lain, terutama dalam pelayanan publik. ini juga bertujuan menciptakan lingkungan sosial yang ramah, harmonis, dan penuh penghargaan dengan menerapkan sikap senyum, menyapa, serta bersikap sopan dan santun,” pinta Presley.

Presley juga menambahkan tentang pentingnya budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang mana diharapkan dapat menekan angka kecelakaan kerja sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman. Selain melindungi pekerja, penerapan K3 juga meningkatkan produktivitas, mengurangi kerugian finansial bagi perusahaan, dan membangun citra positif perusahaan.
“Ada keluarga yang menunggu dirumah.. jadi, saya minta budaya K3 ini dapat tempat pertama dihati dan pikiran kita semua terutama pada saat melaksanakan pekerjaan,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi 😉






